Postingan

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia : Simbol Peradaban dan Pusat Budaya Bangsa Dapat Diakses oleh Semua

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, tempat inklusif untuk semua. Seperti yang kita tahu Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (RI) memiliki dua gedung yaitu, gedung di Salemba dan di Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Sudahkah kalian mengunjungi gedung baru Perpustakaan Nasional RI di Jl. Medan Merdeka Selatan? Jika sudah, apa kesan kalian ketika melihat gedung utama Perpustakaan Nasional RI yang baru? Pasti kalian takjub dengan tampilan eksterior gedung yang tinggi dan megah. Gedung dengan tampilan dinding dipenuhi kaca-kaca, memiliki ketinggian 24 lantai, dan yang paling mencuri perhatian, di depan gedung terdapat tulisan-tulisan “Perpustakaan Nasional Republik Indonesia” dengan menggunakan 5 bahasa yang berbeda.  Hal lain yang paling menarik perhatian saya adalah adanya ramp di kanan dan kiri bangunan Perpustakaan Nasional RI. Ramp adalah jalur landai yang umumnya dilalui lansia (lanjut usia / orang tua) dan teman difabel ( different ability ) saat menggunakan bantua...

Webinar "Perpustakaan Pasca Pandemi : kembalinya layanan dari rumah ke layanan dari kantor"

Gambar
Kemarin tanggal 28 Mei 2020, saya berkesempatan mengikuti webinar "Perpustakaan Pasca Pandemi : kembalinya layanan dari rumah ke layanan dari kantor". Hasil pembahasan dari webinar yang saya ikuti adalah kurang lebih sebagai berikut : Dra. Kalarensi Naibaho, M.Hum (Staf Perpustakaan UI): Sosio Teknologi => Internet => Menjadi sarana komunikasi utama Perpustakaan identik dengan keramaian. Seringkali kita mengira bahwa perpustakaan dikatakan bagus jika pengunjung yang datang banyak bahkan sampai ada antrian pengunjung. Padahal, jika sampai ada antrian lebih dari 5 menit/pengunjung berarti sistem pelayanan buruk. Kita harus menganggap Covid-19 ini bukan sebagai bencana, melainkan sebagai stimulus kita untuk menciptakan rancangan-rancangan baru di perpustakaan. Kita harus mengubah mindset : User statisfaction => + user safety (ditambah mengutamakan keselamatan pengguna) Public space => personal space (artinya ada tempat khusus untuk melayani pengun...

Coffee Story (part II)

"Ini tuh project X, targetnya anak mahasiswa" "bla bla bla" *** Oh ternyata dia rekan kerjanya. Sempat ku kira perempuan itu pacarnya. Lagian apa peduliku, aku siapa. Kenapa harus kepo juga hmm. Saat itu aku mencuri-curi dengar apa perbincangan si pria dengan temannya. Kebetulan earphone yang ku pakai memang sudah rusak dan suaranya sudah tidak terdengar lagi di sisi kanan. Jadi aku masih bisa dengar melalui telinga kananku. Aku agak kaget juga, ternyata suara si pria terdengar begitu lembut. Awalnya ku pikir suaranya akan nge- bass gitu ala ala Jackson Maine di film a star is born. Ternyata haluuuuuus banget. Kembali aku menyelesaikan pekerjaanku, mendesain booklet seperti biasa. Aku memang senang kerja di coffee shop seperti ini. Suasananya nyaman, semua orang ke sini untuk kerja atau meeting. Kondusif deh buat cari inspirasi desain. Ya syukur-syukur bisa cuci mata seperti hari ini hehe. *** Capek juga ini meeting gak selesai-selesai, gak apa-apa deh ...

Coffee Story

Pagi yang cerah, tidak semendung hari-hari biasanya. Matahari menampakan dirinya, kilaunya memasuki kamarku melalui jendela. Pagi itu aku terbangun, ku lihat jam mejaku menunjukan pukul 07.00 pagi. Padahal hari ini aku ada janji di luar kantor. "Kesiangan lagi nih, semoga tepat sampai jam 08.00" Kemudian aku pergi menaiki ojek online. Pagi ini terasa berbeda. Ada rasa was-was karena akan bertemu dengan orang baru, membicarakan hal baru, dan sedikit canggung karena harus sendirian janjian di luar kantor. Maklum,  introvert . Hangatnya matahari agak sedikit membuatku tenang kali ini. "Udah sampai nih Neng" "Oh iya disini, Bang. Makasih ya" Aku pun masuk melalui pintu depan. *** "Kelaaaar! Duh kemana ya mana, laper belum sarapan" Selesai sudah janjianku, saatnya aku mencari tempat lain untuk makan. Sekaligus ada kerjaan yang harus ku selesaikan juga. Terlintas dipikiranku untuk pergi ke sebuah coffee shop terdekat untuk sarapan sambil m...

Apa yang perlu dipersiapkan jika ingin Umroh?

Assalamualaikum wr wb. Selamat siang/pagi/sore/malam para pembaca blogger :) Insya Allah kali ini saya hanya ingin berbagi informasi yang sekiranya bermanfaat bagi Anda yang ingin berumroh. Tanpa ada maksud apa-apa, yuk mari simak informasi berikut... Masya Allah, Tabarakallah... Hal-hal yang perlu dipersiapkan ketika ingin Umroh : Niat Niat merupakan hal pertama dan utama yang harus kita siapkan. Apa tujuan dan alasan kita untuk berumroh? Luruskan niat kita hanya untuk Allah SWT. Insya Allah setelah itu, nanti Allah akan mudahkan (aamiin). Selain itu, diiringi dengan usaha alias menabung juga tentunya 😀 Pilih travel yang terpercaya Pilihlah travel yang sekiranya benar-benar terpercaya, sebab biaya Umroh ini tidaklah murah tentunya. Waktu itu saya mencoba mencari travel yang sekiranya terdekat dari akses rumah, kemudian saya list & saya cek di website  https://simpu.kemenag.go.id/  . Di web tersebut Anda bisa cek apakah travel yang Anda list sudah t...

Yayoi Kusama : life is the heart of a rainbow

Gambar
13 Mei 2018 kemarin, saya beserta teman kuliah saya mengunjungi museum MACAN. Kali ini tema dari pameran di Museum MACAN adalah Yayoi Kusama : life is the heart of a rainbow. Yayoi Kusama sendiri sudah terkenal di berbagai negara. Ia juga sudah melakukan pameran di beberapa negara lainnya seperti Jepang & Singapura. Kali ini, Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah pameran karya - karya seni Yayoi sendiri. Pameran ini dibuka mulai 12 Mei - 9 September 2018. Untuk harga tiket, dikenakan biaya sebesar Rp 100.000,- yang bisa kalian beli secara online di  https://ticket.museummacan.org/KUSAMAJKT   atau beli on the spot. Saran saya beli saja secara online supaya hari H bisa langsung check in . Lokasi pameran kali ini sama seperti sebelumnya yaitu di lantai M, namun kali ini ada tambahan salah satu karya seni yang bisa dibilang interaktif. Kenapa interaktif? Karena kita juga bisa ikut menempelkan sticker polkadot di dalam Obliteration Room  milik Yayoi Kusama (ak...

DISKUSI : MEMAKSIMALKAN INSTAGRAM UNTUK LEMBAGA NON-PROFIT

Di zaman modern ini, pengguna internet lebih menyukai melihat gambar atau gambar bergerak (video). Salah satu media sosial yang menyediakan kedua hal tersebut adalah instagram. Instagram dapat kita maksimalkan manfaatnya demi tujuan lembaga, dalam diskusi kali ini fokus utamanya adalah untuk lembaga non profit. Diskusi dilaksanakan pada 16 April 2018, di Aman Indonesia (Rawa Bambu, Pasar Minggu). Dalam penggunaan instagram kita harus tahu terlebih dahulu apa tujuan dari kita membuat instagram? Apa yang mau kita sampaikan? Kepada siapa kita menyampaikan pesan tersebut? Untuk mempermudah dalam mengetahui tujuan tersebut perlu kita buat akun Instagram lembaga kita menjadi profile bisnis . Jika kita sudah mengubah akun Instagram lembaga menjadi profile bisnis, maka kita dapat melihat presentase siapa saja followers kita, berapa rentang usianya, kapan waktu yang ideal bagi kita untuk posting, dll. Semua itu ada di bagian insight jika akun kita sudah diubah ke profile bisnis. I...